Spotify dkk Menggeser Dominasi Youtube?

shutterstock.com

Para konten kreator di YouTube alias youtubers boleh saja mengklaim situs berbagi video itu lebih dari (stasiun) televisi. Namun, dalam hal mengonsumsi musik, layanan pengaliran musik audio seperti Apple Music, Spotify, dan Google Play lebih menjadi pilihan.
Berdasarkan laporan Nielsen Music yang termuat dalam laman End Gadget (7/1/2017), penikmat musik di Amerika Serikat mengalirkan atau memainkan lebih dari 431 miliar lagu dari streaming music service kurun 2016.
Angka tersebut merupakan rekor. Untuk pertama kalinya dalam sejarah industri musik di AS, jumlah pemutaran lagu di ranah tersebut mengalahkan kombinasi penjualan single dan album dalam setahun.
"Industri musik terus tumbuh dengan sehat. Fakta yang terjadi sepajang 2016 menunjukkan kepada kita bahwa lanskap music streaming berkembang lebih cepat dibandingkan format lain," kata David Bakula, Senior Vice President of Industry Insights di Nielsen Music.
Melonjaknya angka pengaliran lagu tersebut tidak bisa dilepaskan dari kontribusi penyanyi dari genre musik hip hop dan R&B seperti Drake, Rihanna, The Weeknd, Kanye West. Dua nama pertama telah dinobatkan sebagai raja dan ratu di Spotify pada 2015.
Drake bahkan mencetak rekor lebih prestisius. Lagu "One Dance" (rilis 5/4/2016) milik rapper asal Kanada berusia 30 itu jadi lagu pertama yang menembus 1 miliar kali pemutaran di Spotify. Sementara lagu "Panda" dari Desiiigner dan "Work" kepunyaan Rihanna mengalir sekitar 500 juta kali selama kurun 2016.
Sepanjang tahun lalu, warga AS rerata memainkan lebih dari 1,2 miliar lagu per hari melalui pengaliran musik. Bandingkan dengan total penjualan lagu yang tercipta selama kurun serupa yang mentok pada angka 734 juta.
Pesatnya pengguna berbagai layanan pengaliran musik mengalahkan konsumen YouTube dan Vevo, dua situs berbagi video paling populer di jagat maya.
Menurut laporan perusahaan pemantauan BuzzAngle, pengguna layanan pengaliran video hanya mengalami peningkatan sekitar 7,5 persen sepanjang tahun lalu. Sementara layanan pengaliran musik meningkat 83 persen.
Fakta menariknya adalah, ternyata jumlah pelanggan berbayar lebih menggeliat alih-alih versi gratisan yang dipenuhi iklan. Apple Music mendapat lonjakan 124 persen pengguna yang mendaftar dalam versi berbayar selama 12 bulan terakhir.
Sementara konsumen versi gratis Spotify menunjukkan pertumbuhan lebih lambat. Selama setahun lalu ada 59,36 miliar lagu terputar oleh pengguna versi gratisan ini. Berbanding 51,96 miliar lagu pada edisi tahun sebelumnya.
Potensi cerah bisnis layanan pengaliran musik juga tampak dari tanah Britania Raya. Berdasarkan laporan British Phonographic Industry (BPI), ada 45 miliar lagu yang terputar tahun lalu melalui sejumlah layanan pengaliran musik seperti Spotify, Apple Music, Deezer, dan Tidal. Jumlah tersebut meningkat 68% dibandingkan setahun sebelumnya.
"Pertumbuhan konsumsi musik di Inggris tahun 2016 didorong oleh meledaknya pengguna layanan pengaliran musik yang telah meningkat 500 persen sejak 2013," ungkap Chief Executive BPI & BRIT Awards Geoff Taylor kepada Official Charts.
"Kami percaya hasil tersebut merupakan indikasi lahirnya era baru industri musik yang bakal memberikan manfaat untuk para penggemar, seniman, dan seluruh ekosistem musik."
(https://beritagar.id)
Previous
Next Post »